Showing posts with label Harus. Show all posts
Showing posts with label Harus. Show all posts
Saturday, July 2, 2011
LCD TV 3D Pertama tanpa harus menggunakan kacamata 3D
TOKYO, KOMPAS.com — Untuk menikmati konten tiga dimensi di layar TV, selama ini penonton selalu wajib menggunakan kacamata khusus. Namun, mulai sekarang, itu tidak lagi. Toshiba telah memelopori produk TV LCD yang bisa menampilkan citra 3D tanpa tergantung kacamata lagi alias bisa langsung dinikmati dengan mata telanjang.
TV tersebut mulai dijual di Jepang, Rabu (22/12/2010). Saat ini baru tersedia model Regza GL1 yang berukuran 12 inci. Satu unitnya memang dijual cukup mahal, yakni 119.800 yen atau sekitar Rp 13,5 juta. Model dengan layar lebih lebar 20 inci akan menyusul akhir pekan nanti.Tidak mudah memang menampilkan gambar tiga dimensi yang bisa langsung dilihat mata telanjang di layar LCD. Sejauh ini, produsen lain baru menerapkannya di layar kecil, seperti Sharp, yang memperkenalkannya untuk smartphone. Nintendo juga menggunakan teknologi semacam itu pada perangkat video game Nintendo 3DS.
Toshiba memanfaatkan teknologi yang memungkinkan citra digital disajikan dengan sudut pandang yang berbeda-beda untuk diterima mata kanan dan kiri. Selama ini, hal tersebut diatur lewat filter merah dan biru pada kacamata tiga dimensi. Kalaupun ingin melihat video yang bukan tiga dimensi, tersedia pilihan mengubah mode ke tampilan normal.
Thursday, June 30, 2011
Chelsea Harus Tampil Menyerang Musim Depan
INILAH.COM, London - Pelatih anyar Chelsea Andre CVillas-Boas berkeinginan untuk menyaksikan The Blues tampil lebih menyerang musim depan, ketimbang menampilkan sepakbola efektif.
Di bawah besutan pelatih Carlo Ancelotti, The Blues menampilkan pola permainan efektif dengan bertujuan untuk meraih kemenangan. Namun, pola permainan itu terbukti gagal. The Blues musim ini gagal meraih satupun trofi.
Terkait hal itu, pelatih anyar Chelsea Andres Villas-Boas menginginkan agar timnya tampil lebih menyerang. Hal itu bukan saja dimaksudkan untuk meraih kemenangan, tetapi juiga untuk menghibur para penonton.
“Ini bukan hanya pertanyaan kemenangan, namun juga bagaimana caranya meraih kemenangan dengan harga diri,” ungkapnya sebagaimana dilansir situs resmi klub, Chelseafc.tv.
“Semua orang menyukai sepakbola menyerang. Liga Primer Inggris merupakan liga yang paling disukai di dunia. Ini merupakan liga dimana banyak gol tercipta dalam setiap partainya, dan saya ingin hal itu terjadi di Chelsea.”
“Banyak orang berpendapat bahwa sepakbola hanyalah masalah pertahanan. Tetapi, sebuah pertandingan seharusnya memberikan sebuah hiburan bagi para penonton. Pola permainan menyerang akan menjadi fokus utama kami musim depan.”
“Berdasarkan pengalaman saya melatih Academica dan FC Porto, cara ini terbukti sukses. Terimakasih untuk para pemain yang mampu memainkan kualitas sepakbola yang baik,” tandasnya.
Friday, April 15, 2011
Brigadir Avvy dan Brigadir Astri: Jadi Polwan Harus Pintar
Nama Brigadir Avvy Olivia dan Brigadir Astri Rachmadani mulai terkenal sejak tampil di program MetroTV pada Desember 2010. Banyak orang sengaja menonton program itu demi melihat wajah mereka ketimbang menyimak lokasi mana yang sedang macet parah.
Yahoo! Indonesia mewawancarai Avvy dan Astri bersama dengan rekan mereka, Briptu Eka Frestya dari National Traffic Management Center Polri (pusat pengendalian lalu lintas). Rekan mereka yang lain — AKP Desmont, AKP Christanto dan Ipda Eny — tidak dapat bergabung karena sedang bertugas.
Berikut ini kutipannya:
Yahoo! Indonesia (Y!): Mengapa kalian memilih menjadi polisi?
Brigadir Avvy (Avvy): Sejak SMP, cita-cita saya ingin menjadi polisi. Saya benar-benar tertarik kalau melihat polisi wanita saat itu. Makanya saya mendaftar.
Y!: Kapan Anda mendaftar?
Avvy: Waktu itu tahun 2002, sekitar bulan April atau Mei ada penerimaan polisi wanita dari Polda Metro Jaya. Lalu saya mendaftar di Polsek Pasar Rebo, karena saya memang tinggal di daerah Pasar Rebo. Setelah mendaftar, saya mengikuti ujian seleksi dan dinyatakan lulus. Kemudian ikut pendidikan selama enam bulan di Sekolah Polisi Wanita.
Y!: Kalau Brigadir Astri, bagaimana?
Brigadir Astri (Astri): Saya kebetulan satu angkatan dengan Brigadir Avvy. Kami angkatan 26 tahun 2002, lulus dan dilantik pada 23 Desember 2002. Tujuan saya menjadi polisi memang karena cita-cita, nggak ada paksaan.
Y!: Berwajah cantik lalu menjadi polisi, keluarga kalian mendukung?
Astri: Saya didukung penuh sama orangtua dan keluarga (tersenyum).
Avvy: Saya juga sama.
Y!: Latihan sewaktu pendidikan di Sekolah Polisi Wanita seperti apa?
Avvy: Kami mendapat banyak pelatihan — mulai dari jasmani, mental, soal lalu lintas dan samapta. Sebenarnya sama saja seperti pelatihan calon anggota polisi yang lain, hanya saja karena kami calon polisi wanita tentu latihannya ada beberapa penyesuaian.
Y!: Jika tidak menjadi polisi, profesi apa yang akan Anda pilih?
Avvy: Saya ingin menjadi pemandu waisata, karena saya senang jalan-jalan. Sekarang sih belum ada kesempatan untuk keliling Indonesia. Mungkin nanti. Tapi pernah sih jalan-jalan ke beberapa tempat, karena saya pernah jadi pramugari untuk pesawat Polri.
Astri: Saya mau jadi psikolog. Karena dari dulu teman-teman senang curhat sama saya.
Y!: Menjadi presenter televisi untuk melaporkan kondisi lalu lintas, bagaimana kalian bisa terpilih? Bisa ceritakan prosesnya?
Avvy: Ada seleksi. Sekitar 30 orang, 15 dari Korps Lalu Lintas dan 15 lainnya dari Polda Metro Jaya. Kami menjalani tes lalu terpilih. Dan ada pelatihannya bagaimana siaran untuk di depan kamera.
Y!: Merasa grogi ketika pertama kali siaran?
Astri: Iya, karena kita juga baru pertama kali. Pengalaman baru juga untuk kita. Tapi sudah latihan sebelumnya.
Y!: Semenjak menjadi presenter di Metro TV, pernah mendapat surat penggemar?
Avvy: Belum pernah sih. Paling di Facebook atau Twitter aja. Banyak yang memuji kita (tersenyum).
Y!: Pacar bagaimana, pernah mengkritik atau memuji soal penampilan di televisi?
Avvy: Suami, bukan pacar (tertawa). Paling-paling dia memberi tahu saya, jangan terlalu terlihat deg-degan kalau di depan kamera.
Y!: Ooh jadi Brigadir Avvy sudah menikah. Kalau Brigadir Astri?
Astri: Sama. Anak saya sudah dua, usia lima tahun dan tiga tahun.
Avvy: Anak saya satu, usia tiga tahun mau ke empat tahun.
Y!: Kalian melakukan perawatan khusus untuk wajah?
Avvy: Saya sih nggak. Hanya perawatan wajah biasa saja di rumah. Nggak ke salon.
Astri: Kalau saya sebulan sekali saja ke salon, cuma untuk membersihkan wajah.
Y!: Sekarang kalian kan bertugas di Korps Lalu Lintas, ada impian untuk berdinas di kesatuan lain?
Astri: Sejak awal saya memang ditugaskan di lalu lintas dan saya menikmatinya. Jadi belum ada angan-angan pindah ke mana.
Y!: Apa pendapat kalian soal Briptu Norman?
Avvy: Belum pernah bertemu sih, tapi lihat di televisi lucu kayaknya.
Astri: Iya lucu.
Y!: Misalkan mendapat tawaran main sinetron, jadi model atau MC, apa kan diambil?
Astri: Selama untuk kepentingan Polri tidak apa-apa. Tapi kalau di luar itu kami harus mendapat izin dari pimpinan.
Y!: Kiat untuk menjadi polisi apa saja? Bisa dibagi ke perempuan-perempuan yang juga berminat menjadi polisi?
Avvy: Harus menjaga kesehatan dengan baik. Karena faktor kesehatan juga sangat diperhatikan. Terus juga harus pintar.
Astri: Iya, faktor akademis sangat menentukan.
>>Lihat juga: Galeri foto Brigadir Avvy, Brigadir Astri dkk, saat bertugas di NTMC Polri.
Biodata Brigadir Avvy:
Nama: Avvy Olivia
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 16 April
Pangkat: Brigadir Polisi
Berdinas di: Korps Lalu Lintas Polri
Status: Menikah tahun 2006 dengan satu anak
Biodata Brigadir Astri:
Nama: Astri Widya Rachmadani
Tempat/Lahir: Palangkaraya, 2 Juni
Pangkat: Brigadir Polisi
Berdinas di: Korps Lalu Lintas Polri
Status: Menikah tahun 2005 dengan dua anak
Selain kisah Avvy Olivia dan Astri Rachmadani, masih ada cerita Brigadir Satu Eka Frestya tentang pengalamannya menjadi polisi sekaligus presenter televisi. Ia juga bercerita tentang cowok dan ketertarikannya terhadap hal-hal yang menantang.
Penasaran? Nantikan hasil wawancara Yahoo! Indonesia dengan Briptu Eka Frestya!
Tuesday, April 12, 2011
(Saran Dubes Somalia) Perompak Somalia Harus Dihadapi dengan Militer
Perompak Somalia Harus Dihadapi dengan Militer
Gaya Tengil Rampok Somalia
11/04/2011 11:04
Liputan6.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi mendesak pemerintah mengirim TNI untuk membebaskan awak buah kapal Sinar Kudus yang disandera perompak di Somalia. "Pemerintah harus tegas. Kirim kekuatan militer. Kalau tidak, negosiasi akan bertele-tele dan sangat mahal," kata Hasyim, Senin (11/4).
Menurut Hasyim, Duta Besar Somalia untuk Indonesia Muhammad Alu pun menyarankan Indonesia menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan ABK Sinar Kudus. "Dubes Somalia menyarankan TNI AL segera menyerang perompak agar negosiasi lebih gampang," kata Hasyim. Ia menambahkan perompak Somalia sudah merupakan sindikat internasional.
"Jadi Somalia hanya jadi tempat parkir sindikat preman internasional. Pemerintah Somalia tak dapat mengontrol," katanya. Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Somalia tidak keberatan jika militer Indonesia turun tangan langsung menghadapi perompak di perairan mereka. Ia mengatakan selama ini kapal-kapal dagang berbagai negara selalu dikawal kapal perang negara.
Seperti diberitakan, perompak Somalia pada 16 Maret lalu membajak kapal Sinar Kudus yang bermuatan nikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara menuju Rotterdam, Belanda di perairan Arab. Para perompak awalnya minta tebusan US$ 2,6 juta namun bertambah jadi US$ 3,5 juta. PT Samudera Indonesia, pemilik Sinar Kudus, dikabarkan telah menawar US$ 1,5 juta.(ANT/JUM)
Gaya Tengil Rampok Somalia
11/04/2011 11:04
Liputan6.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi mendesak pemerintah mengirim TNI untuk membebaskan awak buah kapal Sinar Kudus yang disandera perompak di Somalia. "Pemerintah harus tegas. Kirim kekuatan militer. Kalau tidak, negosiasi akan bertele-tele dan sangat mahal," kata Hasyim, Senin (11/4).
Menurut Hasyim, Duta Besar Somalia untuk Indonesia Muhammad Alu pun menyarankan Indonesia menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan ABK Sinar Kudus. "Dubes Somalia menyarankan TNI AL segera menyerang perompak agar negosiasi lebih gampang," kata Hasyim. Ia menambahkan perompak Somalia sudah merupakan sindikat internasional.
"Jadi Somalia hanya jadi tempat parkir sindikat preman internasional. Pemerintah Somalia tak dapat mengontrol," katanya. Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Somalia tidak keberatan jika militer Indonesia turun tangan langsung menghadapi perompak di perairan mereka. Ia mengatakan selama ini kapal-kapal dagang berbagai negara selalu dikawal kapal perang negara.
Seperti diberitakan, perompak Somalia pada 16 Maret lalu membajak kapal Sinar Kudus yang bermuatan nikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara menuju Rotterdam, Belanda di perairan Arab. Para perompak awalnya minta tebusan US$ 2,6 juta namun bertambah jadi US$ 3,5 juta. PT Samudera Indonesia, pemilik Sinar Kudus, dikabarkan telah menawar US$ 1,5 juta.(ANT/JUM)
Subscribe to:
Posts (Atom)

