Wednesday, March 2, 2011

Boeing 737 Airborne Early Warning and Control (AEW&C)

Boeing 737 Airborne Early Warning and Control (AEW&C)

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - Korea Selatan akan menerima pesawat pengintai canggih dari perusahaan raksasa Amerika Serikat, Boeing, pada tahun ini, kata pejabat pada Rabu (2/3). Pesawat modifikasi Boeing 737 Airborne Early Warning and Control (AEW&C) akan dikirim ke angkatan udara Korea Selatan pada Juli, kata juru bicara kementerian pertahanan.

Mereka telah menyelesaikan uji terbang dan sekarang dalam tahap evaluasi akhir, katanya. Sisa tiga pesawat lain dari kesepakatan pada 2006 senilai 1,6 miliar dolar Amerika Serikat akan dikirimkan pada akhir 2012, katanya.

Pejabat militer mengatakan pesawat tersebut akan memperkuat kemampuan Seoul dalam mengintai keadaan udara Korea Utara. Korea Selatan tidak memiliki perangkat pengawasan berdaya jelajah tinggi dan mengandalkan pesawat pengintai Amerika Serikat, yang berpangkalan di Okinawa, Jepang.

Pesawat AEW&C memiliki berbagai kemampuan kendali dan sistem radar canggih, yang dapat mengawasi secara bersamaan sasaran udara dan laut serta mengarahkan pesawat jet tempur dan kapal laut untuk melawan sasaran tersebut. Pesawat itu memiliki kemampuan jelajah tinggi hingga 12.400 meter dan mengangkut dua pilot serta 10 awak.

No comments:

Post a Comment