Showing posts with label Gempa. Show all posts
Showing posts with label Gempa. Show all posts

Sunday, May 8, 2011

Warga Roma Dilanda Ketakutan Karena Gempa Diramalkan pada 11 Mei

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_W4oFz0PIJHialhiXNyy9w4LoPM5r-DwZJ5fy4JDgJAIhbCObmhBRLoMOB619OlmhJzHGhYG78uLRD7Lf-_SdNMzIIoWhT6WAhl8Cv4RpDYOLfPmJNiCV7zmE9ztdAQtlpUXIKlIiOXg/s320/hantu+13.jpg

Roma (ANTARA/Reuters) - Jika wisatawan menyaksikan Roma sangat lengang Rabu depan, alasannya barangkali adalah ribuan warga setempat telah meninggalkan kota itu karena takut terhadap gempa yang menghancurkan yang diramalkan terjadi pada 11 Mei 2011 oleh seorang ahli seismologi yang telah lama meninggal.


Selama berbulan-bulan jaringan sosial, blog dan laman Internet Italia memperdebatkan karya Raffaele Bendandi, yang menyatakan telah meramalkan sejumlah gempa dan, menurut desas-desus di Internet, meramalkan "gempa besar" di Roma pada 11 Mei.


Jaringan televisi nasional RAI telah menyiarkan program yang bertujuan menenangkan warga Roma, yang makin panik. Lembaga perlindungan sipil telah mengeluarkan pernyataan yang menyampaikan kembali pandangan ilmiah resmi bahwa gempa tak bisa diramalkan.


Meskipun begitu, tetap saja warga Kota Abadi tak mau mendengarkan pendapat tersebut.


"Saya akan memberi tahu bos bahwa saya ada janji medis dan minta libur sehari," kata pegawai bar Fabio Mengarelli kepada Reuters, yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad. "Jika saya harus mati, saya ingin mati bersama anak-anak dan istri saya, dan banyak orang akan melakukan tindakan yang sama dengan saya."


Kepala Juru Masak Tania Cotorobai juga mengatakan perempuan tersebut akan libur sehari. "Saya tak tahu apakah saya benar-benar percaya itu, tapi jika kamu melihat Internet, kamu melihat banyak hal dan saling bertentangan, dan itu akhirnya membuat kamu gelisah," katanya.


Kenangan masih jelas di kalangan warga mengenai gempa 2009 di L`Aquila, yang menewaskan lebih dari 300 orang dan sangat terasa di Roma.


Dalam peristiwa tersebut, kontroversi juga merebak seputar seorang ilmuwan, Giampaolo Giuliani, yang dalam beberapa hari sebelumnya berusaha memperingatkan warga setempat mengenai gempa yang bakal terjadi, meskipun banyak pejabat mengatakan ia keliru mengenai lokasi tepat terjadinya gempa.


Bendandi, yang meninggal pada 1979 dalam usia 86 tahun, percaya gempa adalah hasil dari gerakan gabungan beberapa planet, bulan dan Matahari dan dapat diramalkan dengan baik.


Pada 1923, ia meramalkan gempa akan mengguncang wilayah Adriatik tengah di Marches pada 2 Januari tahun berikutnya. Ia meleset dua hari tapi surat kabar utama Italia, Corrierer della Sera, masih menyiarkan artikel di halaman depan mengenai "orang yang meramalkan gempa".


Ketenaran Bendandi meningkat dan pada 1927 ia dianugerahi gelar kesatria oleh diktator Benito Mussolini. Selama karir panjangnya, berbagai teorinya dipelajari oleh beberapa ahli astronomi kenamaan asing.


Namun, kekhawatiran saat ini tampaknya lebih bersifat sebagai ketakutan yang berlebihan dalam era Internet dibandingkan dengan Bendandi sendiri.


Paolo Lagorio, Presiden perhimpunan yang mendedikasikan diri pada Bendandi dan yang memelihara semua naskah karyanya, mengatakan mereka tak merujuk kepada apa pun mengenai gempa di sekitar Roma pada 2011.

Thursday, April 21, 2011

Gempa Jepang Membuat Waktu Jadi Pendek

http://ndyteen.com/wp-content/uploads/2011/03/Gempa-Jepang-japan-earthquake-2011-10.jpg

Gempa dan Tsunami yang melanda Jepang beberapa waktu lalu, tidak hanya membawa kerusakan lingkungan yang dasyat, tetapi juga membuat waktu ikut berubah. Hal ini diungkapkan oleh Richard Gross, seorang ahli geofisika NASA.

Akibat gempa yang berkekuatan 8,9 skala Richter di Jepang pada tanggal 11 Maret 2011 lalu, waktu berjalan lebih cepat sebesar 1,6 mikro detik (0,000016 detik)sehingga waktu 1 hari menjadi lebih pendek. Sebelumnya gempa di Haiti telah menyebabkan pengurangan panjang hari sejumlah 1,26 mikrodetik. Gempa di Sumatra pada tahun 2004 menyumbangkan jumlah terbesar sebesar 6,8 mikrodetik.


Monday, April 4, 2011

Gempa 7,1 SR Guncang Cilacap Senin 4 April 2011

gempa cilacap



Gempa berkekuatan 7,1 scala richter yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, Senin (4/4) dinihari, sekitar pukul 03.06 WIB, membuat panik warga setempat. Warga berlarian menuju lokasi yang lebih tinggi di wilayah mereka. Kini sebagian warga telah kembali dari tempat mengungsi.

Yunia Dwi, warga Jalan DR Sutomo, Cilacap, misalnya. Sekitar pukul 06.30 WIB tadi, dia dan keluarganya baru tiba kembali di rumah mereka. Sebelumnya, dia sempat mengungsi ke daerah Klebeng.

Dia menceritakan, saat kejadian, dia dan keluarga tengah tidur. Tiba-tiba terasa gempa. “Gempanya gede banget,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Senin (4/4) pagi.

Tak lama kemudian, kata Nia—sapaan akrab Yunia--, di depan rumahnya terdengar riuh suara sepeda motor. Suasana yang semula sepi mendadak ramai. Warga mengungsi menggunakan beragam kendaraan, di antaranya sepeda motor, mobil angkutan kota, colt bak.

Nia mengatakan, dari anak-anak, orang dewasa, hingga nenek-nenek yang tengah sakit dibopong ikut mengungsi. “Situasi panik. Warga saling buru-buru mengendarai kendaraannya,” katanya.

Semula dia dan keluarga bermaksud mengungsi ke daerah dataran tinggi Tritis, Jeruk Legi. Namun, jalan ke lokasi itu macet. Dia pun mengalihkan mengungsi ke daerah Klebeng.

Watinah, warga kompleks Pertamina Cilacap, mengemukakan hal senada. Setelah situasi aman dan tsunami tidak terjadi, dia dan keluarga meninggalkan lokasi pengungsian di daerah Klebeng. Saat ini, dia sudah kembali ke rumah.

Dia menuturkan, saat gempa terjadi, dia dan keluarga tengah tidur. Tak lama berselang, warga ramai hendak mengungsi lantaran ada kabar akan ada tsunami. “Orang-orang lalu rame ngomong tsunami, tsunami gitu,” ujarnya saat dihubungi, Senin (4/4) pagi.

Dia mengaku sempat panik. Sebab, lokasi perumahannya dengan laut hanya dibatasi tembok. Dia dan keluarga lantas mengungsi ke daerah dataran tinggi di Klebeng. Sepanjang perjalanan mengungsi, warga sudah memenuhi jalan. “Jalanan padat banget,” ujarnya.

Gempa terjadi sekitar pukul 03.06 WIB. Gempa berpotensi tsunami. Gempa berlokasi di 10.01 Lintang Selatan-107.69 Bujur Timur. Kedalaman gempa 10 kilometer.

Gempa juga dirasakan hingga Jakarta, Bandung, Jogja hingga Malang.

Gempa Juga Goyang Banyuwangi
Gempa berkekuatan 7,1 skala ritcher di 293 kilometer barat daya Cilacap, Jawa Tengah pada jam 03.06 WIB, juga dirasakan warga di Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Ratusan warga yang rumahnya berdekatan dengan pantai berhamburan keluar rumah begitu merasakan getaran. Namun getaran tersebut tidak sampai menimbulkan kerusakan. "Televisi dan kipas angin saya bergoyang," kata Supariyanto, 40 tahun, salah satu warga Grajagan kepada Tempo, Senin (4/4).

Menurut Supariyanto, sebagian warga yang keluar rumah langsung memantau kondisi pantai begitu mendengar informasi dari televisi kalau gempa tersebut berpotensi tsunami. Warga Grajagan, kata dia, trauma karena tsunami pernah melanda desanya pada 1994 lalu.

Akibatnya, warga memilih bertahan di luar rumah selama dua jam. "Kami takut ada gempa yang lebih besar," ujar dia yang rumahnya berjarak 200 meter dari pantai. Warga baru masuk ke dalam rumah pada pukul 05.00 WIB setelah status ancaman tsunami di Cilacap dicabut.

Saat ini, tambah Supariyanto, warga Grajagan Pantai yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan telah beraktivitas seperti biasanya untuk mencari ikan di laut.