Showing posts with label Resiko. Show all posts
Showing posts with label Resiko. Show all posts

Saturday, October 15, 2011

Tiga Langkah Cegah Resiko Patah Tulang

Human Bones


REPUBLIKA.CO.ID,NYON - Profesor Heike Bischoff-Ferrari, direktur Centre on Aging and Mobility di University of Zurich, menulis sebuah laporan untuk menyambut Hari Osteoporosis Dunia yang jatuh pada tanggal 20 Oktober mendatang. Dalam laporannya setebal 24 halaman tersebut, Bischoff-Ferrari mempromosikan strategi tiga langkah untuk memperoleh tulang sehat dan otot kuat.

"Sederhananya, tak peduli berapa usia Anda, Anda dapat mengoptimalkan kesehatan tulang Anda dengan mengikuti tiga langkah penting berikut ini," kata Bischoff-Ferrari.

Pertama, ujar Bischoff-Ferrari, Anda harus memastikan asupan vitamin D yang cukup. Kedua adalah diet Anda harus mencakup jumlah kalsium dan protein yang cukup. Akhirnya, Anda harus memastikan bahwa Anda melakukan latihan menanggung berat badan dan latihan penguatan otot tiap hari.

Bischoff-Ferrari menekankan bahwa gabungan ketiga komponen ini diperlukan agar pembentukan tulang kuat dapat berjalan efektif. "Manfaat gizi yang sehat dan vitamin D yang memadai itu meningkatkan manfaat latihan. Begitu pula sebaliknya," ujarnya.

Inilah beberapa poin penting dalam laporan Bischoff-Ferrari:

Merokok, alkohol, dan berat badan kurang (indeks massa tubuh di bawah 19) terbukti berdampak negatif pada kesehatan tulang.
Aktivitas fisik harian mutlak penting untuk tulang dan kekuatan otot pada semua umur.
Latihan paling efektif adalah aktivitas menanggung berat badan seperti berjalan, naik tangga, melompat atau jalan cepat, serta latihan penguatan otot seperti angkat berat.
Program latihan menanggung berat badan itu mampu meningkatkan kecepatan cara berjalan, kekuatan otot dan keseimbangan. Pada manula, latihan tersebut dapat mengurangi resiko jatuh sebesar 25-50 persen.
Manula dengan asupan protein yang menurun itu lebih rentan terhadap kelemahan otot, sarcopenia dan kerapuhan. Semuanya dapat meningkatkan risiko jatuh dan patah.
Asupan kalsium dan protein yang cukup dapat dicapai melalui makanan bergizi yang mencakup produk susu, kacang-kacangan, beberapa sayuran kaya kalsium, buah dan air mineral. Produk susu memiliki kalsium terbanyak dan juga memberikan protein.
Vitamin D diproduksi di kulit setelah terpapar sinar matahari. Sumber vitamin D pada makanan agak terbatas. Vitamin D ditemukan pada ikan berlemak dan telur.
Produksi vitamin D di kulit menurun seiring dengan bertambahnya usia. Karena itu, manula memiliki kemampuan memproduksi vitamin D empat kali lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa muda.

Tuesday, August 16, 2011

Kopi Kurangi Resiko Kanker Kulit

Kopi Kurangi Resiko Kanker Kulit




Ada berita gembira bagi para penggemar kopi. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat, kopi menunjukkan tanda dapat mengurangi resiko kanker kulit dengan membantu membunuh sel-sel yang rusak yang berpeluang dapat berubah menjadi tumor.



Temuan yang diterbitkan pada Senin itu, menunjukkan bahwa minum kafein secara wajar, atau bahkan menggunakan kopi di kulit, dapat berguna dalam menangkal kanker non-melanoma, diagnosis kanker kulit yang paling sering.



Dengan menggunakan tikus yang secara genetik telah dipengaruhi untuk menekan produksi enzim protein, ATR, dalam tubuhnya, para peneliti membuktikan bahwa tikus itu mampu menangkis kanker bahkan



bila terkena sinar ultraviolet.



Penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa minum sekitar satu cangkir kopi berkafein per hari memiliki efek menekan ATR dan memicu kematian sel yang rusak oleh sinar UV.



Tikus itu pada akhirnya menderita kanker, namun itu terjadi setelah tiga pekan, dibandingkan dengan tikus yang normal, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Laporan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional.



Setelah 19 pekan terpapar sinar ultraviolet, tikus yang direkayasa itu menunjukkan 69 persen lebih sedikit tumor dan empat kali lebih sedikit tumor invasif dibandingkan kelompok normal.



Namun, efek perlindungan hanya selama itu, setelah lebih dari 34 pekan terpapar sinar ultra violet, seluruh tikus menderita tumor.



"Akhirnya, jika anda memamar mereka dengan sinar ultra violet cukup lama, semua tikus akan menderita kanker sehingga hal itu tidak 100 persen memberikan perlindungan selamanya," kata Allan Conney, salah satu penulis, kepada AFP.



"Sungguh, dengan hampir semua jenis karsinogen, pada akhirnya semua hewan akan menderita tumor," kata Conney, yang merupakan direktur dari Laboratorium Penelitian Kanker Susan Lehman Cullman di Universitas Rutgers, New Jersey.



Conney dan timnya mampu mengkonfirmasi hipotesis mereka bahwa kafein -ketika dikonsumsi atau dioleskan pada kulit - bekerja dengan cara menghambat ATR. Sekarang mereka mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat bagaimana teori yang sama mungkin dapat juga bekerja pada manusia.



"Kami ingin melihat apakah kafein memiliki efek pada manusia bila diberikan secara berkala," katanya.



"Kafein mungkin menjadi senjata dalam pencegahan karena mampu menghambat ATR dan juga bertindak sebagai tabir surya serta langsung menyerap sinar UV yang merusak."





Kanker kulit adalah kanker paling umum di Amerika Serikat, dengan lebih dari satu juta kasus baru setiap tahun, menurut Institut Kanker Nasional.



Kanker kulit jenis non-melanoma, termasuk jenis sel basal dan sel skuamosa, adalah jenis kanker kulit yang paling sering didiagnosis dan sering dapat diobati jika terdeteksi di tahap awal.



Penelitian sebelumnya telah menunjukkan peminum kopi cenderung memiliki resiko lebih rendah menderita kanker payudara, rahim, prostat dan usus besar, namun efek yang bermanfaat tidak terlihat pada orang yang minum kopi tanpa kafein.