Showing posts with label Penangkal. Show all posts
Showing posts with label Penangkal. Show all posts
Monday, May 23, 2011
Cara kerja penangkal petir
Penangkal petir tipe lama dibuat dari bahan tiang atau kabel yang mempunyai hambatan listrik besar, sehingga diharapkan listrik yang sampai pada pangkal penangkal petir cukup aman untuk dialirkan ke bumi. Penangkal petir modern dapat menerima secara struktur besarnya tegangan listrik yang didapat dari petir dan mengalirkannya ke bumi. Teori diversi sebagai dasar dari prinsip kerja penangkal petir, menyatakan bahwa kemampuan penangkal petir modern melindungi struktur dikarenakan kemampuan pembumiannya yang baik. Sehingga sambaran petir yang terjadi dapat dialirkan dengan aman ke bumi melalui konduktor pembumian.
Ujung penangkal petir mempunyai kemampuan "mengundang" petir yang berada disekelilingnya untuk disambar petir. Ini terjadi karena udara disekitar ujung penangkal petir mengalami ionisasi, sehingga berakibat mempunyai sifat konduktor yang dapat dialiri loncatan listrik.
Sedangkan pangkal ujung bawah penangkal petir idealnya merupakan lapisan yang mempunyai sifat penghantar listrik. Ini akan membuat daya serap tanah dari ujung penangkal petir akan tersebar lebih merata. Dalam penghantaran listrik petir, yang harus diperhatikan ialah hambatan listrik pada konduktor perantara antara ujung atas (air terminal) dan pembumian. Harus dirancang jalur terpendek dari air terminal menuju pembumian dan setiap belokan harus mempunyai radius yang cukup besar. Bila hal ini tidak diperhatikan, maka sambaran petir akan mencari penghantar terpendek menuju pembumian, meskipun tidak melalui jalur penangkal petir (seperti melalui jaringan kabel rumah atau pipa plumbing). Ini dapat menyebabkan kebakaran dan bencana lain.
Setelah pemasangan penangkal petir, maka harus dianalisa faktor kemampuan tanah untuk menahan aliran listrik dalam radius tertentu. Pengetesan harus dilakukan untuk menjamin bahwa semua listrik yang menyambar dapat didistribusikan dengan baik. Ini menyebabkan pemasangan penangkal petir harus diserahkan kepada ahli pemasang penangkal petir.
Sunday, May 22, 2011
Prinsip Kerja Penangkal Petir Electrostatic
1. sebelum terjadi sambaran petir, awan petir melepaskan sejumlah ion – ion negatif yang dikenal dengan istilah down tracers atau leaders. Ion – ion negatif tersebut akan secara cepat akan menuju ke tanah / bangunan dimana sifat ion – ion pada tanah / bangunan lebih positif.
2. Penangkal petit elektrostatic akan membuat kondisi lebih positif dari sekitarnya dengan cara mengumpulkan seluruh ion – ion positif pada ujung rod penangkal petirnya.
3. Kondisi yang lebih positif dari penangkal petir akan menarik ion – ion negatif agar menyambar ke arah penangkal petir dan menariknya menuju tanah / grounding.
Perlu dicatat bahwa grounding system harus dibuat sebaik mungkin dengan tahanan tanah yang serendah mungkin. Bahan yang digunakan sebuah penangkal petir elektrostatic juga harus baik dan tahan terhadap karat, karena karat akan menyebabkan penurunan fungsi dan kualitas serta daya tahan barang juga menjadi salah satu hal yang penting, apabila bahan tidak terbuat dari kualitas yang baik tidak dapat menahan arus petir yang sangat besar apalagi untuk menghadapi suatu sambaran langsung. Bahan penangkal petir sebaiknya terbuat dari full stainless steel selain karena tahan terhadap karat juga tahan terhadap sambaran petir yang besar.
Subscribe to:
Posts (Atom)