Friday, May 20, 2011
Waspada.. Orang Kurang Berpendidikan itu Cepat Tua Lho
REPUBLIKA.CO.ID,LONDON - Orang yang kurang berpendidikan itu cenderung menua lebih cepat. Demikian menurut sebuah penelitian di Inggris yang mencakup 400 wanita dan pria.
Bukti DNA memperlihatkan sel penuaan lebih sempurna di orang dewasa yang tidak punya kualifikasi pendidikan dibandingkan dengan mereka yang punya gelar sarjana. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal kesehatan Brain, Behaviour and Immunity.
Para peneliti berpikir pendidikan akan membuat orang hidup lebih sehat. Yayasan Jantung Inggris mengatakan penelitian yang dilakukan di London ini memperkuat perlunya usaha untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial. Hubungan antara kesehatan dan status ekonomi sosial itu muncul dengan jelas lewat hasil penelitian ini.
Mereka yang miskin itu cenderung merokok, kurang berolahraga dan kurang punya akses untuk mendapatkan jaminan kesehatan dibanding mereka yang kaya. Selain itu, latar belakang pendidikan cenderung menjadi faktor penentu yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan mereka dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan karena latar belakang pendidikan membantu orang mengambil keputusan yang lebih bagus terkait kondisi kesehatan mereka.
Andrew Steptoe, profesor dari University College London yang menggusung penelitian ini, mengatakan bahwa pendidikan adalah pertanda status sosial yang orang dapatkan dalam awal hidupnya. ''Penelitian kami menunjukan kondisi status sosial yang rendah itu mempercepat tumbuhnya sel penuaan,'' katanya.
Tim peneliti Professor Stetoe mengambil sampel darah dari lebih 400 orang dewasa berumur antara 53 dan 75 tahun.
Potret Orang yang Meyakini Kiamat 21 Mei (2): Antara Kitab Suci, Keyakinan, dan Kiamat
INILAH.COM, New Jersey – Pemuka agama dan penyiar Radio Harold Camping memprediksi kiamat terjadi di 21 Mei 2011. Inilah potret John Ramsey, salah satu orang yang meyakini prediksi itu.
Ramsey mengaku selalu terkesan pada Injil dan berkhayal apakah isi-isinya merupakan suatu kebenaran, lanjutnya. Saat masuk universitas, ia tergolong orang ‘nakal’. Ia minum, memakai narkoba, main perempuan, dan bepergian jauh hanya untuk menonton konser.
Kembali pada empat tahun lalu, ia bertemu istrinya yang juga bisa menggunakan bahasa Spanyol Ecuadorian. Saat itu juga, Ramsey mengalami perubahan di hidupnya. Ia mulai pergi ke gereja dan mencoba bermacam gereja, termasuk Baptist, Evangelical, Episkopal, Katholik Roma.
“Saya mencoba semua gereja dan akhirnya menyadari, saya ingin mencari Tuhan,” ujarnya.
Saat ia membicarakan ‘Hari Akhir,’ ia berbicara sambil memegang erat Injil King James. Ramsey mengaku, begitu mendengar prediksi Camping, ia dan keluarganya berkumpul dan berusaha memecahkan kode Injil dan mencocokkannya dengan prediksi Camping.
Butuh setahun untuk memecahkannya. Ramsey mengakui, ‘angka-angka’ yang disebutkan Camping tak ‘terbantahkan’. Kembali pada dua tahun lalu saat Ramsey dan keluarganya ‘berjodoh’ dengan Family Radio, radio tempat Camping siaran.
“Saat itu, saya bertanya-tanya, bagaimana kiamat bisa diprediksi sedangkan Injil mengatakan, tak seorang pun bisa mengetahuinya,” kata Ramsey.
Dalam pencarian Tuhan, Ramsey mengaku Tuhan menunjukkan banyak hal. “Tanggal itu masuk akal. Buktinya tersebar di dunia. Gempa, radiasi Jepang, tornado dan banjir,” ungkapnya.
Saat ini, istri Ramsey sedang hamil dan istrinya mengaku senang saat merasakan bayinya menendang dari dalam kandungan.
“Mungkin saja hal ini menjadi kenangan terakhir bayi saya sebelum kiamat”. Para pengikut ‘Hari Penghakiman’ yakin pasti selamat, tak akan ada lagi sakit atau kesenangan duniawi saat di surga.
“Tuhan memiliki kendali. Saya berdoa meminta ampunan Tuhan. Saya tak tahu seperti apa surga itu. Apakah sebuah tempat nyaman dan indah. Belum pernah ada orang yang melihatnya”. [mor]
Sunday, May 8, 2011
Alasan Orang Kidal Jauh Lebih Penakut
INILAH.COM, London – Hasil studi terbaru menyatakan, orang kidal memiliki rasa takut lebih besar dibandingkan orang normal.
Dalam ujicoba, sekelompok partisipan diminta menonton video klip film Silence of the Lamb berdurasi delapan menit. Setelah itu, partisipan diminta mengingat adegan yang ada dalam video tersebut.
Ternyata partisipan kidal hanya bisa mengingat sebagian dari adegan film tersebut. Selain itu, penggambaran orang kidal dipenuhi pengulangan yang menunjukkan gejala menderita Post Traumatic Stress Disorder(PTSD).
“Gejala PTSD berlipat ganda pada orang kidal dibanding orang normal,” papar pemimpin studi Dr Carolyn Choudhary dari Queen Margaret University di Edinburg.
Chouddhary yakin, temuan ini bisa memberi pandangan baru cara manusia menderita gejala PTSD.
Selain itu, melalui studi ini pula, peneliti bisa mengetahui cara kerja otak saat merespon rasa takut.
“Terdapat dua sisi otak yang berperan merespon PTSD.Otak kanan diketahui merespon rasa takut. Pada otak orang kidal, otak kanan sangat dominan,” papar Choudhary.
Hasil studi ini akan dipresentasikan dalam konferensi tahunan British Psychology Society, pekan ini. [mor]
Saturday, May 7, 2011
50 Kebiasaan Orang Sukses Yang Layak Ditiru !

Monday, April 4, 2011
7 Hal Yang Membuat Orang Pikun
Kalian sering lupa meletakkan kunci atau dompet? Atau sering ketinggalan membawa barang? Atau juga terkadang lupa secara tiba-tiba mau melakukan atau membicarakan sesuatu. Bisa jadi anda tergolong pelupa atau mulai memasuki fase pikun.
Jika di usia muda anda sudah sering lupa, menurut Dr. Peter Rendell dari University of New South Wales, Sidney, Australia, kemungkinan besar Anda akan lebih cepat alami kepikunan.
Perlu Anda tahu, ternyata ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat daya kerja otak menurun. Akibatnya, memori makin buruk dan daya tangkap pun lemah. Maka itu, hindari 7 kebiasaan yang bisa bikin cepat pikun berikut ini:
1. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.
2. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer (sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil).
3. Mengkonsumsi Gula Terlalu Banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak.
4. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
5. Kurang Menstimulasi Pikiran
Berpikir adalah cara paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.
6. Jarang Berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.
7. Memikirkan Banyak Hal Saat Sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas otak serta dapat merusak otak.
Yang paling banyak di alami oleh anak-anak muda seumuran saya dan anda mungkin adalah nomor 1, 2, 3, 4. Untuk itu, mulailah kurangi merokok, tidur dan makan secukupnya dan teratur.