Showing posts with label Kejahatan. Show all posts
Showing posts with label Kejahatan. Show all posts

Thursday, October 6, 2011

Masjidil Haram Rawan Praktik Kejahatan

Makkah


REPUBLIKA.CO.ID - MAKKAH – Para jamaah haji Indonesia diminta untuk mewaspadai praktik tindak kejahanan yang kerapkali terjadi disekitar kawasan Masjidil Haram. Apalagi, berdasarkan pengalaman sebelumnya praktik kejahatan sudah dilakukan layaknya sindikat.

‘’Wilayah sekitar Masjidil Haram pada musim haji juga merupakan titik rawan kejahatan. Untuk itu kami berharap agak para jamaah haji ketika di sana selalu bersikap waspada,’’ kata Koodinator Media Center Haji (MCH), Toto Sugiarto, di Makkah, Kamis (6/10).

Menurut Toto, ada beberapa modus operandi kejahatan yang kerapkali menimpa jamaah. Hal itu adalah tindak perampasan tas, perampasan perhiasaan, penipuan, bahkan pemaksaan meminta uang sedekah.

‘’Lebih baik, jamaah membawa uang seperlunya ketika beribadah di masjidil haram. Jangan juga memakai perhiasan mencolok. Kalau punya uang dan barang berharga lebih baik disimpan di deposit box yang ada di setiap maktab. Di situ nanti jamaah bisa menitipkan uang atau barang berharganya kepada petugas. Jamaah tak perlu khawatir karena nanti petugas akan memberikan dana tanda terima,’’ kata Toto lagi.

Menurut dia, berdasarkan pengalaman setahun sebelumnya, kawasan Masjidil Haram memang punya tingkat kerawanan yang tinggi. Selaian itu harap diketahui pula para pelaku kejahatan yang mengincar jamaah haji Indonesia adalah rekan sebangsanya yang sudah lama tinggal di Saudi Arabia.

‘’Kalau yang memaksa meminta sedekah lazimnya dilakukan oleh orang luar negeri. Tapi kejahatan penipuan dan perampasan barang pelakunya biasanya adalah orang Indonesia juga. Bahkan, mereka kadang menyamar sebagai petugas haji dengan mengenakan seragam yang sama. Untuk itu jamaah memang harus waspada dan jangan gampang percaya ketika di dekati orang baru yang tak dikenal,’’ ujar Toto.

Saturday, August 20, 2011

Tips Menghindari Kejahatan Pembiusan Saat Mudik

Cegah Hipnotis




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi anda yang akan pulang kampung saat lebaran harap berhati-hati dan harus pintar-pintar menjaga diri dari pelaku-pelaku kejahatan dengan jalan pembiusan.



Seketika anda akan tidak sadar dan saat tersadar harta anda bisa raib dibawa kabur penjahat.



Berikut tips Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar supaya anda tidak menjadi korban pembiusan dan hipnotis baik saat mudik atau pun balik.



Pertama, pemudik sebaiknya jangan lekas percaya kepada orang yang sama sekali yang belum anda kenal.



Kedua, selama perjalanan pulang ke kampung halaman, pemudik harus banyak dzikir, jangan jalan sendirian, dan saling mengingatkan satu dengan yang lain.



Ketiga, jangan mudah menerima makanan atau minuman kaleng, sebab bisa saja makanan dan minuman itu sudah diracun.



Keempat, kenali modus-modus pelaku pembiusan. Pelaku biasanya beraksi di tempat yang ramai pemudik. Modus operandinya berpura-pura mengajak bicara. Setelah merasa akrab, pelaku biasanya menawarkan minuman kaleng atau makanan yang sudah diberi obat tidur. Setelah anda meminumnya, anda akan tidak sadarkan diri, lalu harta anda akan dibawa lari pelaku.



Kelima, bila ada masyarakat yang mengetahui korban pembiusan, segeralah laporkan ke kantor polisi atau ke posko keamanan terdekat.



Menurut, Baharudin pelaku pembiusan dan hipnotis merupakan pemain lama yang biasa beraksi. Jadi modusnya sebenarnya sudah bisa diketahu.



"Tapi tidak tertutup kemungkinan pula, wajah-wajah pelaku baru bermunculan. Untuk bisa mengetahuinya, tentu para pelaku pembiusan harus ditangkap lebih dulu," jelas Baharudin.



Berdasarkan data yang dihimpun, kasus kejahatan denga cara membius korbanya terakhir kali terjadi di Tanjungpriok. Dua orang kuli yang hendak mudik ke Indramayu tak sadarkan diri setelah meminum kopi yang dicampur obat tidur sama pelakunya.