Showing posts with label Empat. Show all posts
Showing posts with label Empat. Show all posts

Friday, April 15, 2011

Empat Makanan Pengganti Pasta Gigi Darurat

Ilustrasi dok: Thinkstock



Membayangkan Anda membawa semua alat yang dibutuhkan setiap hari, tentu akan melelahkan dan ribet. Apalagi, jika Anda dituntut sering mobile. Tidak mungkin kan, harus membawa semua barang di dalam tas berukuran besar? Tenang. Anda tak harus membawa serta semua piranti sikat dan pasta gigi ke mana-mana. Karena sebenarnya ada 4 makanan yang bisa membantu menggosok gigi di saat darurat.


Apel

Apel adalah buah yang pertama kali ditanam di Asia Tengah. Nama ilmiahnya, Malus domestica. Pada umumnya, apel dibudidayakan di dataran tinggi atau daerah yang dingin. Kandungan nutrisi buah apel ini beragam, dan jumlah vitamin C serta airnya cukup banyak.

Sejak jaman dahulu, apel ini dipercaya sebagai pasta gigi alami. Coba saja rasakan, ketika makan buah apel, ada rasa kesat pada gigi. Kandungan vitamin C dan airnya, bisa membantu merawat gusi dan memaksimalkan apel sebagai pasta gigi darurat.


Wortel

Nama latinnya adalah Daucus carota. Wortel adalah sayuran umbi berwarna orange yang teksturnya menyerupai tekstur kayu. Rasanya manis, kaya akan vitamin A, dan zat besi yang baik untuk gigi.

Sama seperti apel, wortel ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pasta gigi darurat cukup dengan mengunyahnya beberapa kali. Rasa kesat dan bersih akan dirasakan gigi, dan Anda pun siap beraksi.


Seledri

Sayuran yang juga tumbuhan obat ini biasanya digunakan sebagai bumbu masakan. Di negara Eropa, seledri justru dihidangkan mentah sebagai lalapan. Pada masa Yunani Klasik dan Romawi, seledri ini disebut-sebut sebagai sayuran 'penyejuk perut', dan tak hanya menyejukkan perut saja, seledri juga dapat membersihkan gigi.


Popcorn tanpa rasa

Nah, yang satu ini tentunya sudah sangat Anda kenal bukan? Popcorn tanpa rasa (asin) dapat membantu memberikan rasa kesat dan berperan sebagai pasta gigi darurat. Sayangnya, popcorn ini juga tak dianjurkan dikonsumsi dalam jumlah banyak, terutama bagi Anda yang sedang menjalankan program diet. Bayangkan saja jika berat badan Anda naik karena terlalu banyak mengonsumsi popcorn, oh no! Jadi khusus untuk popcorn, batasi saja pengonsumsiannya ya.(kpl/*)

Saturday, March 19, 2011

Empat Alasan Pria Takut Menikah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6nRk6ang1B1MyIzx8cGZB-lnKpeTfsbSHGp8nMSO6Gn5iCcERF81tfDGV4QDtrlXC53G7SKOojCGWO9ss913qU8lv8gV_M0QTM10GNEbkrB6_0pUCFLefhJIkfhMjbn1cefu7MYySh7wE/s1600/break_up_advice.jpg

Liputan6.com, New Delhi:
Kaum pria mengaku sangat mencintai pasangannya dan ingin menghabiskan seluruh hidup dengannya. Namun jika berbicara soal pernikahan mereka beralasan belum siap. Alhasil, banyak kaum wanita yang mengeluh.

Berikut beberapa alasan pria takut menikah:

1. Mereka takut menjadi terikat pada apa pun. Pria mencintai kebebasan mereka yang telah mereka nikmati sejak kecil. Seorang wanita di dalam kehidupan merekalah yang sudah menciptakan batas. Jika berselingkuh adalah komitmen, pernikahan adalah mengikat dan memiliki aturan. Perkawinan adalah komitmen seumur hidup dan laki-laki biasanya tidak ingin merencanakan masa depan mereka. Ini yang pria pikirkan.

2.Alasan kedua mengapa pria tidak ingin menikah adalah karena mereka takut bertanggung jawab. Perkawinan dalam masyarakat manapun adalah tanggung jawab yang lebih besar untuk pria. Keluarga dan istrinya bergantung padanya. Bahkan jika istrinya bekerja, ia masih memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap keluarga. Pria takut gagal dalam perkawinan.

3. Wanita bisa kompromi dalam ruang pribadi mereka, tapi pria tidak akan pernah. Mereka mencintai ruang mereka, yang mungkin diterobos setelah menikah. Jadi, untuk menjaga ruang, pria tidak ingin menikah.

4.Pria selalu bingung antara karir dan keluarga. Menurut mereka pernikahan membuatnya lebih sulit untuk menyeimbangkan karir dengan kehidupan pribadi. Khususnya ketika laki-laki dalam pekerjaan dengan profil tinggi, mereka tidak mau kompromi dengan keberhasilan mereka dan mengalihkan perhatian mereka untuk komitmen perkawinan.

Perdebatan antara pria dan wanita selalu tentang siapa yang lebih baik, tetapi pada akhirnya mereka harus menghabiskan hidup bersama. Pria dan wanita akhirnya jatuh cinta dengan perbedaan mereka tetapi apakah perbedaan dan tuntutan bisa menimbulkan masalah di masa depan Ini adalah pertanyaan besar yang membuat seorang pria tidak ingin menikah.(MEL/oneindia.in).