Showing posts with label Bulan. Show all posts
Showing posts with label Bulan. Show all posts

Sunday, October 2, 2011

Paket Internet Unlimited Baru XL 49 Ribu Per Bulan

xl 49


PT XL Axiata Tbk (XL) lagi-lagi membuat langkah untuk memanjakan pelangganya. terbukti di bulan agustus 2011 ini menghadirkan paket internet unlimited dengan tarif yang lebih murah dari sebelumnya. jika sebelumnya 99 ribu perbulan dengan quota 1 GB, maka paket bulanan yang terbaru ini adalah 49 ribu perbulan dengan quota 500 MB. memang sih kalau dilogika sama aja, harga turun quota juga turun, tapi kalau menurut ajurna ya lebih terjangkau soalnya walaupun aku dikasih quota 1 GB perbulan tetap aja gak cukup.Lagi pula untuk didaerahku juga walaupun sudah habis quota tetap memuaskan untuk browsing dan bahkan download sekitar 10 mb an masih lancar.

Ajurna sendiri sudah berlangganan kurang lebih sejak bulan maret dan pas banget jika xl mempunyai semboyan internetan pakai xl nyambung terus. karena sebelumnya aku memakai provider lain dan hasilnya gak stabil.memang sih untuk harga jauh dibawah seratus ribu tapi kecepatan dan juga kestabilannya juga sangat mengecewakan. mungkin karena ditempatku kurang ada sinyal atau karena terlalu banyak yang memakai jadi jaringannya terlalu padat.

Oke bagi yang masih setia dengan provider si biru bisa mencoba paket baru ini, untuk detail paket perbedaannya dengan paket 99 rb perbulan bisa dilihat ditabel bawah ini:

tarif internet xl


Sedangkan untuk cara berlangganannya bisa di cek di *123# (menu layanan XL) atau langsung ke *123*400# (untuk menu internet unlimited).

Kalau menggunakan menu diatas kesulitan (biasanya kendalanya "operating timeout", bisa juga dengan register via sms dengan cara mengirim sms XLIB49 kirim ke 868 untuk paket Internet Unlimited Bulanan 49 Rb, dan XLIB30 kirim ke 868 untuk paket Internet Unlimited Bulanan 99 Rb.

Monday, June 27, 2011

Inilah Rahasia Terbesar Bulan




INILAH.COM, Jakarta – Meski benda langit ini sangat dekat dengan Bumi, terdapat banyak rahasia yang dipegangnya. Rahasia terbesar apa yang dipegang benda langit yang mengorbit Bumi ini?

‘Dekat’ di sini tentunya memiliki konteks relative. Bulatan putih abu-abu di langit Bumi ini berjarak 362 ribu km dari Bumi. Misi menuju bulan tentunya tak mudah, terutama pada misi berawak. Tak ada manusia yang menginjakkan kaki ke bulan sebelum 1972.

Setelahnya, banyak negara di seluruh dunia mulai melakukan riset pada satelit Bumi ini. Misi masa depan oleh robot dan manusia akan membantu memecahkan beberapa teka-teki utama Bulan. Termasuk.

Cara bulan sampai di posisinya sekarang

Para ilmuwan mengaku memiliki ide apa yang sebenarnya terjadi. Banyak garis bukti (inti kecil bulan, unsur tertentu yang saling melengkapi dan simulasi komputer putaran orbital bulan selama ribuan tahun) menunjukkan, bulan lahir dari tabrakan raksasa.

Menurut teori ini, sekitar 4,5 miliar tahun silam, benda seukuran Mars menghantam Bumi yang masih muda dan cair. Materi hasil tabrakan itu pun bergabung menjadi bulan.

Bulan ‘biru’

Terbukti, banyak air berada di luar dan dalam bulan. Hal ini membuat para peneliti mencapai satu kesimpulan. “Makin diperiksa, makin banyak air ditemukan di tempat dan kedalaman yang berbeda,” ujar profesor fisika Neil Comins di University of Maine.

Hasil studi menunjukkan, interior bulan jauh lebih basah dari seharusnya. Pemeriksaan kembali terbaru pada sampel batuan yang dibawa ke Bumi pun memiliki tanda air. “Sebuah pertanyaan terbuka mengenai asal dan distribusi air di bulan,” kata Comins.

‘Terkunci’ Bumi

Bulan ‘terkunci’ Bumi. Artinya, hanya ada satu belahan yang dihadapi bumi. Sisi disebut maria, atau ‘laut,’ magma dingin. Anehnya, maria hampir tak ditemui di sisi belakang bulan, seperti yang diungkap data dari satelit (dan dilihat langsung astronot Apollo 8).

Belahan dingin ini diketahui memiliki kerak yang tebal (15 km) dibanding belahan lain. Hal ini membuat belahan di sisi lain lebih mudah retak akibat serangan meteorit yang melepas pembentuk maria magma kedalaman bulan, kata Comins. Namun, kerak asimetri ini sendiri merupakan teka-teki.



Model yang lebih besar pada interior bulan dan pemahaman yang lebih baik pada kerusakan yang timbul akibat tabrakan bisa membantu menjelaskan ‘dua wajah’ aneh ini.

Kunci keberadaan manusia?

Pada seperempat diameter dan lebih dari 1% massa Bumi, bulan menjadi satelit alami terbesar kelima dalam tata surya. Massa bulan yang cukup dan gravitasinya menstabilkan ‘goyangan’ di sumbu Bumi.

Selain itu, bulan menyebabkan pasang laut di Bumi yang mungkin membantu ‘mengaduk sup purba,’ lanjut Comins lagi. Singkatnya, para astronom bertanya-tanya apakah dunia seperti Bumi butuh bulan besar agar kehidupan bisa berkembang.

Jawabannya pertanyaan itu mungkin berada di planet tetangga, Mars. Planet Merah itu memiliki dua bulan kecil. “Saat manusia ke Mars dan menentukan apakah dan bagaimana kehidupan disana berevolusi. Hal itu akan membantu lebih memahami cara kehidupan terbentuk tanpa bulan,” tutup Comins. [mdr]

Wednesday, June 15, 2011

Observatorium Bosscha Buat Live Streaming Gerhana Bulan

http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/gerhana-bulan-ilustrasi-_110615210929-958.jpg
Ilustrasi Gerhana Bulan


REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Observatorium Bosscha membuat tayangan "live streaming" fenomena alam gerhana bulan total mulai Rabu tengah malam pukul 23.30 WIB hingga Kamis pukul 05.00 WIB, dan tayangan tersebut bisa diakses melalui website resmi http:www.bosscha.itb.ac.id "Kami akan ada "live streaming" Gerhana Bulan Total, dan masyarakat dipersilakan akses situs kami di http:www.bosscha.itb.ac.id. Ini akan dimulai dari pukul 23.30 malam nanti, sampai jam lima pagi," kata Direktur Observatorium Bosscha Lembang Hakim L Malasan ketika dihubungi melalui telepon, Rabu malam.

Hakim L Malasan mengatakan pada 2011 akan terjadi dua kali gerhana bulan total yang bisa terlihat di Indonesia, yaitu pada 16 Juni dan 10 Desember 2011. Menurut dia, gerhana bulan total yang terjadi pada 16 Juni dini hari nanti, bisa disaksikan masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia, baik di bagian barat, tengah maupun timur. "Untuk masyarakat di wilayah Indonesia bagian barat, proses gerhana akan dimulai pukul 00.30 hingga pukul 05.00 WIB," ujarnya.

Ia mengatakan karena gerhana bulan total ini berbeda dengan gerhana matahari, maka masyarakat bisa menyaksikan langsung dengan mata telanjang peristiwa alam yang spektakuler itu. "Kalau malam ini cuacanya bagus, maka gerhana bulan total nanti bisa dinikmati dengan mudah tanpa bantuan alat pelindung. Jika ingin melihatnya secara langsung, warga masyarakat tinggal memandang ke langit, dan arahkan pandangan ke barat. Usahakan saat kita melihat ke langit, tidak terhalangi apa pun," katanya.

Pihaknya memutuskan untuk menutup Observatorium Bosscha saat terjadi gerhana bulan total itu, karena kejadian langka tersebut bisa dilihat dari rumah warga masyarakat masing-masing. "Kalau cuaca malam ini bagus, anda tidak perlu datang ke Bosscha untuk melihat gerhana bulan total tersebut, cukup melihat langit dan arahkan pandangan ke barat," ujarnya.